Kamis, 28 Desember 2023

kisah Ria (Memperjuangkan mental nya sendirian)

Kehilangan orang yang paling penting dalam hidup ini, Sungguh berat sekali. Ketika ke dua orang tua saya meniggal, semua berubah, seakan tdk ada tujuan hidup. Hampir 2 thun saya memendam perasaan sendirian, bahwa sesungguhnya sara merasa sudah tak kuat. bagi orang terdekat saudara dan teman saya nampak baik-baik saja. mereka tidak pernah tau bahwa sering kali setiap malam setiap berangkat dan pulang kuliah menangis di jalan.
    Bahkan pernah disuatu waktu ada terlintas bahwa ke tabrak trak langsung meninggal enak kayaknya. syukur allah hambadulillah allah masih sayang dengan saya, mengingatkan dan melindungi saya tidak sampai melakukan hal yang menghilangkan nyawa
    Baktu terus berjalan, saya menjalani kuliah sampai selesai meski terasa hampa dan tampa tujuan. ketika di tanya saya sudah ikhlas, padahal dala hati selalu ada getaran tak terima, mau marah sama allah, namun coba di lawan, dan selalu bilang tidak apa-apa. Ditambah lagi pada saat saya kehilangan orang tua saya semuanya, disitu saya harus kuat mental lagi, karena adik saya menikah duluan. Tau sendiri ketika hidup kampung, ketika seorang kak di langkahi akan menjadi omongan sekampung, bahkan beberapa kampung. Harus di akui bahwa itu juga makin membuat batin saya tersiksa untuk menghadapi itu. 
    Pada akhirnya saya merasa tidak mampu, takut saya stres memendam rasa sendirian. Akhirnya saya mutusin ketiaka berjalan 2 tahun saya coba mencari bantuan dengan keaadan mental saya yang tidak di ketahui oleh orang terdekat. alhamdulillah allah mempertemukan saya dengan seorang pisikolog, saya sebut bunda agus, saya coba chat beliu, dan cerita banyak hal, dan beliu memberikan saya beberapa pertanyaan yang mesti saya jawab. Pada akhirnya sampai di pertanyaan terakhir, disitu saya tertampar dan kaget, dimana pertanyaan itu, "apakah saya tidak menerima takdir allah", saya langsung terdiam.
    Ternyata selama dari lubut hati paling dalam, yang kita sendiri tidak sadari dan allah jauh lebih tau apa yang dalam hati kita. Caba berfikir ternya selama ini saya belum menerima takdir allah kepada saya. dari pertanyaan nasehat dari bunda, saya berproses untuk memperbaiki diri, pelan-pelan saya kembali hidup normal. Yang awal saya mencohtohkan diri ini seperti balong tapi kosong tidak ada isinya. Namun setelah konsul dengan bunda, balon tersebut perlahan terisi.

"so teman-teman"
ketika kita merasa tidak mampu menahan keadaan jiwa kita sendirian usahakan untuk cari bantuan, seperti kepiskolog. selain itu pelan-pelan perbaiki ibadah kita, kalau ada yang kita percaya coba cerita, namun jika tidak ada, ceritanya ketika sholat aja.

Minggu, 05 Januari 2020

Lulus SD/MI 4 bulan

Lulus SD/MI 4 bulan?

Tahun 2006 saya mengikuti kegiatan belajar membaca di kampung halaman. Setelah beberapa bulan Alhamdulillah Uda bisa membaca. Singkat cerita saya di tawarin ikut ujian oleh salah satu keluarga dari kak ipar, karena saya tidak tau dan rasa takut
 apasih ujian itu?
Tidak berani bilang iya.

Pada akhirnya abang saya berinisiatif kasi informasi ke guru ngaji, untuk mengikut sertakan ujian  yangbagi Satri sudah bisa membaca. Alhamdulillah saat proses guru ngaji menanyakan siapa yang mau ikut ujian, ada 13 orang yang unjuk tangan. Meski dalam benak kami tidak tau ujian 

itu kayak apa?

Dari situlah kami benar-benar belajar dan mempersiapkan diri untuk ikut ujian, proses itu hanya 4 bulan, dan kami langsung ikut ujian.

Dari  kejadian itu
Akhirnya di kampung saya ada sekolah dan sekarang sudah sampai jenjang pendidikan TK, SD/ MI,M  dan MA
Kisah singkat kami

Alhamdulillah